Ada yang bisa merubah puisi ini menjadi prosa tidak? Pahlawan ku Bukan sulap tapi nyata sebutir padi berubah jadi seuli sebutir jagung jadi setangkai sepotong t
B. Indonesia
sicantiqqu
Pertanyaan
Ada yang bisa merubah puisi ini menjadi prosa tidak?
Pahlawan ku
Bukan sulap tapi nyata
sebutir padi berubah jadi seuli
sebutir jagung jadi setangkai
sepotong tebu jadi serumpun
sebuah kentang jadi seladang
kau siapkan kami maizena
kau suguhkan pada kami tapioka
bias-bias kasih memancar dari getaran tangan
pijakan kakimu hangatkan tetumbuhan
sering kami seminarkan
nasibmu yang makin tak tentu
sedang karyamu masuki istana raja
kulitmu semakin hitam
mengiring hidupmu kian kelam
hati kami bertanya
dapatkah kami hidup tanpa dirimu?
tapi tanya kami tinggal tanya
tak ada jawabnya
Pahlawan ku
Bukan sulap tapi nyata
sebutir padi berubah jadi seuli
sebutir jagung jadi setangkai
sepotong tebu jadi serumpun
sebuah kentang jadi seladang
kau siapkan kami maizena
kau suguhkan pada kami tapioka
bias-bias kasih memancar dari getaran tangan
pijakan kakimu hangatkan tetumbuhan
sering kami seminarkan
nasibmu yang makin tak tentu
sedang karyamu masuki istana raja
kulitmu semakin hitam
mengiring hidupmu kian kelam
hati kami bertanya
dapatkah kami hidup tanpa dirimu?
tapi tanya kami tinggal tanya
tak ada jawabnya
2 Jawaban
-
1. Jawaban putradwijanto
pahlawanku seorang pejuang yang nyata dan yang telah memberikan kami kemerdekaan. engkau telah mengorbankan jiwa raga, harta dan nyawa mu untuk kami. kau berperang sampai kulitmu hitam. dan sebagian besar banyak yang gugur -
2. Jawaban harunalrasyidd
Bukan sulap tapi nyata(sekali)
sebutir(tumbuhan) padi berubah jadi seuli
sebutir jagung jadi setangkai (jagung)
sepotong(tumbuhan) tebu jadi serumpun
sebuah kentang jadi seladang (kentang)
kau siapkan kami maizena
kau suguhkan pada kami tapioka
bias-bias kasih memancar dari getaran tangan
pijakan kakimu hangatkan tetumbuhan
sering kami seminarkan
nasibmu yang makin tak tentu
sedang karyamu masuki istana raja
kulitmu semakin hitam
mengiring hidupmu kian kelam
hati kami bertanya
dapatkah kami hidup tanpa dirimu?
tapi tanya kami tinggal tanya